Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SamSaraso Fest 2026 Hadirkan Seni Tradisi 10 Kabupaten/Kota di Taman Budaya

Senin | September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-30T00:37:43Z

GoFakta.id -
Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Saraso Fest 2026 resmi digelar di Taman Budaya Sumatera Barat, Senin (28/9/2026).

Festival yang berlangsung hingga 3 Oktober 2026 ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat yang diperingati pada 1 Oktober 2026.

Saraso Fest 2026 menghadirkan kesenian dan tradisi dari 10 kabupaten/kota di Sumbar dengan mengangkat tema “Menghidupkan Rasa, Menajamkan Makna, Mengasah Talenta Muda.”

Pembukaan festival diawali penampilan Tua Saiyo dari Kota Padang yang membawakan Tari Pasambahan.

Kepala Taman Budaya Sumatera Barat, M. Devid mengatakan, Saraso Fest tidak hanya menjadi pergelaran seni budaya, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai daerah sekaligus mengembangkan talenta generasi muda.

“Yang pertama kegiatan ini bertujuan pelestarian nilai-nilai daerah untuk kemajuan daerah. Yang kedua sebagai kegiatan dalam menumbuhkan dan mengasah minat bakat generasi muda,” katanya.

Selain itu, Saraso Fest juga diarahkan untuk menggerakkan UMKM serta memperkuat kolaborasi seni budaya lintas daerah.

Sejumlah kabupaten/kota akan menampilkan kesenian tradisional masing-masing. Di antaranya Kabupaten Solok dan Agam. Festival ini juga menghadirkan penampilan komposer muda dari Sond Denai.

Asisten I Setdaprov Sumbar sekaligus Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Ahmad Zakri mengatakan, momentum Hari Jadi Sumbar menjadi kesempatan untuk kembali memperkenalkan kekayaan seni tradisi kepada masyarakat.

Menurutnya, kesenian tradisional saat ini mulai jarang menjadi pilihan utama dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Kalau dahulu bapak ibuk, ketika ada acara besar, kita pasti melihat acara kesenian. Kalau sekarang, apapun acara yang dipakai orgen tunggal,” katanya.

Karena itu, menurut Ahmad, Saraso Fest menjadi ruang untuk menghadirkan kembali seni tradisi sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.

“Karena kesenian yang kita tampilkan merupakan kesenian tradisional dan jarang dilihat generasi muda,” ujarnya.

Ia mengatakan, tema Saraso Fest juga mengangkat nilai “raso pareso” yang dinilai semakin penting untuk kembali diperkuat dalam kehidupan masyarakat.

“Kita mengambil tema pekan budaya ini, Saraso Fest. Raso pareso. Ini juga sudah mulai hilang,” katanya.

Ahmad menegaskan, kesenian dan tradisi bukan sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nilai edukasi dan pendidikan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kesenian dan tradisi bukan hanya sekadar hiburan, tapi sarana edukasi, pendidikan. Seperti yang diajar dalam randai, mereka diajarkan beredukasi,” katanya.

Menurutnya, melestarikan kesenian dan tradisi bukan berarti membawa masyarakat kembali ke masa lalu, melainkan menjaga kebudayaan dan nilai-nilai yang menjadi identitas daerah.

“Oleh karena itu, melestarikan kesenian, melestarikan tradisi itu bukan kita kembali ke masa lalu, tapi melestarikan kebudayaan itu sendiri,” tegasnya.

Ia berharap Saraso Fest dapat menjadi ruang bagi seniman dan budayawan untuk terus menjaga nilai-nilai budaya Sumbar sekaligus memperkuat semangat kebudayaan dalam momentum Hari Jadi ke-81 Sumbar.

“Kita menampilkan 10 kabupaten/kota dalam rangka menyambut Hari Jadi Sumatera Barat yang ke-81,” pungkasnya.

PKD Saraso Fest 2026 digelar menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik BOP Taman Budaya dari Kementerian Kebudayaan RI melalui program Presentasi Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.
×
Berita Terbaru Update